Museum Pahlawan Reformasi 12 Mei 1998

button-twitter.png button-facebook.png

Museum Pahlawan Reformasi 12 Mei 1998

 

I. LATAR BELAKANG
 
Museum Tragedi 12 Mei 1998 berdiri sebagai bukti sejarah perjuangan gerakan mahasiswa tahun 1998. Saat itu mahasiswa perguruan tinggi di seluruh Indonesia mengadakan kegiatan unjuk rasa untuk menuntut reformasi. Mahasiswa Universitas Trisakti sebagai bagian dari mahasiswa Indonesia turut serta dalam gerakan aksi damai. Gerakan tersebut mencapai puncaknya ketika adanya larangan untuk menuju gedung MPR/DPR yang berakhir dengan chaos, sehingga menewaskan empat mahasiswa Universitas Trisakti yang semuanya tertembak dengan peluru tajam di dalam area kampus A Universitas Trisakti. Kejadian ini memicu runtuhnya kekuasaan orde baru. Untuk memperingati peristiwa tragedi tersebut maka dibangunlah Museum Tragedi 12 Mei 1998 yang berlokasi di Lobby Gedung Dr. Syarif Thajeb (Gedung M), Kampus A Universitas Trisakti, Grogol, Jakarta Barat.

Museum Tragedi 12 Mei 1998 Universitas Trisakti diresmikan pada tahun 1999. Museum Tragedi 12 Mei dirancang oleh Tim Universitas Trisakti yang di ketuai Dr. Ing. Eka Sediadi Rasyad yang saat itu sebagai Dekan FTSP Universitas Trisakti. Museum 12 Mei didirikan sebagai perwujudan peran aktif mahasiswa Trisakti dalam memperjuangkan demokrasi dan hak asasi manusia.
 
II. KOLEKSI MUSEUM
 
  • Benda - benda koleksi museum antara lain:
  • Foto Aksi Damai mahasiswa Universitas Trisakti
  • Foto kronologis terjadinya Tragedi 12 Mei 1998
  • Video Tragedi 12 Mei Trisakti 1998
  • In Memoriam 4 (empat) Pejuang Reformasi Universitas Trisakti, dalam format foto
  • Lukisan Prof. Drs. Yusuf  Affendi M.Arch (Guru Besar Fakultas Seni Rupa dan Desain) dengan judul “Peluru Untuk Putraku” dan “Peristiwa Reformasi”
  • Puisi karya Taufiq Ismail berjudul “12 Mei 1998”
  • Patung yang memperagakan suasana chaos dan aksi kekerasan yang terjadi dalam “TRAGEDI 12 MEI 1998” beserta sebuah pesan
  • Papan panel yang digunakan untuk mengusung almarhum Pejuang Reformasi setelah tertembak
  • Suntingan rekaman video peristiwa Tragedi 12 Mei 1998 Trisakti yang bersumber dari berbagai media massa Nasional maupun Internasional yang secara berkala ditayangkan pada pengunjung museum
  • Artikel berita tragedi 12 Mei 1998
  • Piagam Tanda Kehormatan Bintang Jasa Pratama Presiden Republik Indonesia yang ditanda tangani  Dr. H.Susilo Bambang Yudhoyono
  • Barang-barang peninggalan almarhum Pejuang Reformasi Universitas Trisakti

III.BIODATA DARI EMPAT PEJUANG REFORMASI

1. Elang Mulia Lesmana (20 th) :
Mahasiswa Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Jurusan Arsitektur. Angkatan 1996, NIM 05296075. Lahir di Jakarta, pada tanggal 5 Juli 1978.
Merupakan anak kedua dari tiga bersaudara dari pasangan Bapak Boy Bagus Yoganandita Rahman dan Ibu Heratety Hidayat. Pada hari selasa 12 Mei 1998, Elang tewas diterjang peluru dan dibawa ke RS Sumber Waras dan dimakamkan di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan.
 
2. Hafidin Royan (22 th)
Mahasiswa Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Jurusan Teknik Sipil Angkatan 1995, NIM 05195062. Lahir di Bandung, pada 28 September 1976
Hafidin atau dipanggil “Idien” merupakan anak ke-empat dari lima bersaudara dari pasangan Bapak Ir. Enus Yunus dan Ibu Ir. Sunarmi. Saat peristiwa Hafidin terkena timah panas kemudian masuk menembus ke kepalanya melalui pelipis kanannya. Hafidin meninggal didepan Gedung dr. Sjarif Thajeb dan dimakamkan di TPU Pasir Layung, Bandung.  
 
3. Hery Hartanto (22 th)
Mahasiswa Fakultas TeknologI Industri Jurusan Teknik Mesin. Angkatan 1995, NIM 06195095 Lahir di Jakarta, pada 5 Februari 1977. Merupakan anak dari pasangan Bapak Syahrir Mulyo Utomo TNI AS Korps Zeni Angkatan darat berpangkat letnan Dua dan Ibu Lasmiati. Sehari-harinya Hery biasa dipanggil Tanto. Tanto turut dalam aksi damai sampai akhirnya timah panas aparat keamanan menembus tulang belakang punggungnya
dan bersarang di dada bagian kirinya yang menyebabkan Tanto meninggal dunia.

4. Hendriawan Sie (21th)
Mahasiswa Fakultas Ekonomi  Jurusan manajemen Angkatan 1996, NIM 022962085 Lahir di Balikpapan (Kalimantan Timur), tanggal 3 Maret 1978. Anak tunggal dari pasangan Bapak Hendrik Sie dan Ibu Karsiah. Saat peristiwa berlangsung Hendri terkena dua peluru petugas keamanan yang mengenai leher serta pinggang atas hingga tembus ke perut menyebabkan Henri meninggal. Kini namanya diabadikan sebagai nama jalan yang sebelumnya
adalah Jln. SMA Meratus Gunungsari Ilir menjadi Jln. Hendriawan Sie, di Balikpapan Kalimantan Timur.
 
IV. MONUMEN REFORMASI
 
Monumen Tragedi 12 Mei 1998 Trisakti dibangun untuk mengenang perjuangan empat Mahasiswa Universitas Trisakti yang tewas dalam memperjuangkan Reformasi pemerintahan Indonesia. Perjuangan Mahasiswa digambarkan dalam bentuk Monumen berupa 4 pilar Tugu, yang  melambangkan 4 Mahasiswa Universitas Trisakti yang gugur. Pada pilar terdapat cekungan yang menunjukan peluru yang mengenai tubuh mereka. Pernyataan perjuangan mahasiswa tertulis pada ornamen Monumen, yaitu sebagai berikut :  

"Hari ini kami datang bersama bunga dan sejuta pekik sebagai tanda kasih serta keteguhan kami demi keadilan...
karena kami yakin bahwa reformasi merupakan  keharusan.
Merah putih setengah tiang  bersaksi atas darah, keringat, air mata, rasa takut, dan rasa ingin berontak  
bercampur menjadi satu.... ratusan dari kami yang cedera, puluhan dari kami  
yang di tembaki atas kesewenang - wenangan penguasa... empat saudara  
kami tercinta telah gugur meninggalkan ribuan duka, kalut dan amarah yang  
mendalam....  
Perjuanganmu takkan sia-sia  
Saudaraku, tiap tetes darahmu  
bagi bangsa dan negeri ini.... dan  
ini menjadi bukti dari kami yang  
setia bahwa keadilan  adalah  
kepatuhan. "       
        
 
Dari : Mereka Yang Telah Berjuang 

Jadwal Buka Museum : 
Senin s.d Jumat
09.00 s.d 15.00

Tentang Humas

Hubungan Masyarakat dibentuk berdasarkan SKR No. 088/Usakti/SKR/VII/90 bulan Agustus 1990 dengan nama Unit Penunjang Hubungan Masyarakat Universitas Trisakti (UP. Humas Usakti), bertanggung jawab langsung kepada Rektor dan Universitas Trisakti merupakan pelopor pembentukan unit Humas di Perguruan Tinggi. Dalam perjalananannya berdasarkan SKR No. 067.a/USAKTI/SKR.VI/1994 tanggal 30 Juni 1990, UP Humas diperkecil hanya setingkat bagian dan berada di salah satu bagian Sekretariat Rektorat (Sekret). Humas Usakti kembali berdiri sendiri berdasarkan SKR No 003/USAKTI/SKR/I/99 tanggal 4 Januari 1999, menjadi Unit Pelaksana Teknis Hubungan Masyarakat (UPT. Humas Usakti),

Hubungi Kami



Website: www.trisakti.ac.id