News

button-twitter.png button-facebook.png
user.png

Oleh: Humas USAKTI

Selasa, 23 Juni 2020 04:04

Dilihat: 42 kali

Alternatif Menjanjikan Covid-19 Dengan Plasma Konvalesen


#repost mediaindonesia com

Alternatif Menjanjikan Covid-19 Dengan Plasma Konvalesen

Ali Ghufron, Mukti Ketua Konsorsium Penelitian dan Inovasi Terkait Covid-19 Kementerian Ristek/BRIN | Opini :

DARAH terdiri dari komponen yang berbentuk cair dan non-cair. Plasma darah adalah komponen darah berbentuk cair berwarna kuning yang menjadi medium sel-sel darah. Komponen non-cair berupa sel-sel baik sel darah merah atau sel darah putih.

Lebih kurang 55% dari volume atau jumlah darah merupakan plasma darah. Volume plasma darah terdiri dari 90% berupa air, 10% berupa larutan protein, glukosa, faktor koagulasi, ion mineral, hormon dan karbon dioksida. 

Plasma darah juga merupakan medium pada proses ekskresi. Plasma darah sering disalah artikan dengan serum. Serum adalah plasma darah yang tidak mengandung faktor koagulasi atau penjedalan darah. Di beberapa negara pemberian terapi dengan plasma konvalesen merupakan terapi baru. Indonesia baru beberapa saat penggunaan terapi plasma ini untuk pasien covid-19. 

Sebenarnya konsep terapi plasma konvalesen ini bisa ditelusuri pertama kali pada 1890, ketika seorang ahli fisiologi Jerman Emil von Behring menemukan serum dari kelinci yang terinfeksi dipterid, yang efektif untuk mencegah infeksi difteri. Pada 1918 pada waktu pandemi Spanish flu juga digunakan. Hanya saja pada waktu itu terapi plasma konvalesen kurang efektif dan memiliki efek samping berbahaya.  

Pada 2012 digunakan untuk penyakit corona virus MERS. Karenanya, WHO telah merekomendasikan terapi dengan plasma konvalesen untuk pasien yang terserang virus seperti ebola, SARS dan H1N1 pada 2014. Di Kota Wuhan, Tiongkok tempat pertama meledak pandemi covid-19, telah menggunakan terapi plasma konvalesen dan hasilnya menunjukkan perbaikan yang bermakna. Demikian juga di Kerala, India, Korea Selatan, dan akhir Maret di rumah sakit Johns Hopkins yang diikuti beberapa rumah sakit di Houston dan New York, Amerika Serikat. Akhirnya FDA (Food and Drug Administration) memberikan izin dalam expanded access program. Pemberian terutama untuk kasus covid-19 yang berat atau kritis.

Sumber: https://m.mediaindonesia.com/read/detail/322450-alternatif-menjanjikan-covid-19-dengan-plasma-konvalesen


Tentang Humas

Hubungan Masyarakat dibentuk berdasarkan SKR No. 088/Usakti/SKR/VII/90 bulan Agustus 1990 dengan nama Unit Penunjang Hubungan Masyarakat Universitas Trisakti (UP. Humas Usakti), bertanggung jawab langsung kepada Rektor dan Universitas Trisakti merupakan pelopor pembentukan unit Humas di Perguruan Tinggi. Dalam perjalananannya berdasarkan SKR No. 067.a/USAKTI/SKR.VI/1994 tanggal 30 Juni 1990, UP Humas diperkecil hanya setingkat bagian dan berada di salah satu bagian Sekretariat Rektorat (Sekret). Humas Usakti kembali berdiri sendiri berdasarkan SKR No 003/USAKTI/SKR/I/99 tanggal 4 Januari 1999, menjadi Unit Pelaksana Teknis Hubungan Masyarakat (UPT. Humas Usakti),

Hubungi Kami



Website: www.trisakti.ac.id